Pelatihan Pengembangan Skema

    Dibaca 744 kali

PELATIHAN PENGEMBANGAN SKEMA

  1. Latar Belakang

Proses pembelajaran merupakan salah satu aktivitas utama dalam institusi pendidikan. Dalam pendidikan vokasional yang diselenggarakan oleh Politeknik Negeri Jember,  proses pembelajaran tidak hanya diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa, tetapi lebih dari itu, penguasaan keahlian oleh mahasiswa juga sangat diutamakan.   Pihak Industri Pengolahan Pangan membutuhkan tenaga kerja yang siap kerja dengan penguasaan ketrampilan tertentu di bidang Industri Pengolahan dan Pengemasan Pangan.  Untuk itu lulusan Politeknik Negeri Jember yang  memiliki Ijazah Perguruan Tinggi Vokasi dan  juga memiliki Sertifikat Kompetensi Keahlian bidang Pengolahan Pangan yang menunjukkan bahwa memiliki kemampuan kompetensi keahlian tertentu yaitu bidang Pengolahan Pangan yang terstandarisasi akan lebih mampu berkompetesi dan diterima di Industri Pengolahan dan Pengemasan Pangan nasional ataupun multinasional.   Politeknik Negeri Jember saat ini sedang dalam proses untuk memiliki  Lembaga  Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai kepanjangan tangan BNSP  dalam melaksanakan Uji Kompetensi.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah lembaga independen yang bertanggungjawab kepada Presiden memiliki tugas melaksanakan Sertifikasi Kompetensi Kerja.   Organisasi dan personalianya, terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, dan 25 orang anggota (15 orang unsur masyarakat dan 10 orang unsur Pemerintah).   Untuk mengukur pencapaian Standar Kompetensi Kerja, dilakukan Uji Kompetensi yang menjadi kewenangan dari BNSP sebagai lembaga Negara yang memiliki otoritas sebagaimana di atur di dalam Undang-Undang No. 13 tahun 2003.   Dalam melaksanakan tugasnya, BNSP dapat mendelegasikan kewenangannya untuk melaksanakan Uji Kompetensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yang dibentuk oleh komunitas yang mempresentasikan sector industri dan asosiasi profesi tertentu, setelah memenuhi persyaratan teknis, persyaratan administrasi dan syarat kesisteman, serta mendapat dukungan dari kementerian teknis yang membawahi sector tersebut. Sertifikat Kompetensi Kerja adalah Bukti tertulis yang diterbitkan oleh LSP terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai  SKKNI.

Skema Sertifikasi adalah Persyaratan sertifikasi spesifik yang berkaitan dengan Kategori Profesi ditetapkan dengan menggunakan standar dan aturan khusus yang sama serta prosedur yang sama.   Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi terdiri dari: Skema Sertifikasi KKNI, Skema Sertifikasi Okupasi Nasional, Skema Sertifikasi Klaster/paket, Skema Sertifikasi Unit Kompetensi dan Skema Sertifikasi Proficiency. 

Skema sertifikasi  Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Skema/ Paket sertifikasi ini dilaksanakan menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan untuk operasionalisasi Peraturan Presiden in adalah Pemetaan SKKNI dalam kerangka KKNI.  Pengembangan Pedoman pengembangan skema sertifikasi KKNI.  KKNI  ini memberikan kesetaraan antara hasil pembelajaran melalui pendidikan akademik, pendidikan vokasi dengan hasil pembelajaran melalui pelatihan kerja dan pembelajaran di tempat kerja.   KKNI ini diharapkan dapat memberikan kerangka implementasi “ Link and Match” antara efisiensi dan tuntutan dunia industri dengan hasil pendidikan, serta memberikan efisiensi dan efektivitas pengembangan sumberdaya manusia.

Skema sertifikasi Kualifikasi Okupasi Nasional, Program Pengembangan skema/paket sertifikasi kualifikasi okupasi dilaksanakan untuk meningkatkan akses dan peluang kepada tenaga kerja dan calon tenaga kerja untuk mencapai kualifikasi okupasi profesi melalui pembelajaran di tempat kerja, pelatihan maupun pendidikan.   Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Pemetaan SKKNI dalam Kualifikasi Okupasi Nasional, Sosialisasi penerapan skema sertifikasi Kualifikasi (KKNI) dalam sistem pendidikan dan pelatihan serta sertifikasi kompetensi.  

Skema sertifikasi Klaster sesuai konteks industri, Pengembangan skema/ paket sertifikasi ini didasarkan pada kebutuhan industri sesuai konteks yang dikembangkan oleh LSP yang dikonfirmasi kepada pemangku kepentingan melalui komite skema. Program pengembangan skema/paket sertifikasi dan implementasi serta pelayanan sertifikasinya telah berkembang pesat.

Skema sertifikasi Unit-unit Kompetensi, skema sertifikasi ini dikembangkan berdasarkan satuan unit kompetensi, sehingga dapat diakses oleh calon tenaga kerja, tenaga kerja maupun wirausahawan secara bertahap untuk mencapai kualifikasi maupun untuk spesialisasi pekerjaan/ usahanya.  Dalam program MP3KI menjadi sangat penting untuk memberikan akses kepada tenaga kerja dengan spesialisasi terbatas untuk dapat bekerja mandiri untuk wirausaha seperti untuk kualifikasi tukang, juru dan sebagainya yang dapat memulai dengan satuan unit kompetensi dalam sertifikasi.

Skema sertifikasi Uji Profesiensi, Pengembangan skema  ini bertujuan atau sebagai alat untuk memelihara kompetensi, biasanya digunakan oleh LSP yang didirikan asosiasi profesi untuk memelihara kompetensi anggotanya.   Jenis sertifikasi ini berkembang di beberapa Negara, namun mempunyai beberapa hal yang harus diwaspadai karena mudah disalahgunakan.  Untuk itu BNSP terus mengembangkan sistem yang dapat menjadi acuan bagi lembaga profesiensi ini aga dapat bermanfaat bagi tenaga kerja, industri, lembaga pendidikan dan  masyarakat pada umumnya.

  1. Tujuan
  2. Untuk menyiapkan Politeknik Negeri Jember (POLIJE) memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi yang disyahkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
  3. b. Untuk memberikan wawasan pengetahuan dan pemahaman tentang Pengembangan Skema Profesi bagi Staf Politeknik Negeri Jember dalam proses pengelolaan
  4. Mampu mengelola Lembaga Sertifikasi Profesi secara maksimal sesuai dengan fungsi dan kewenangan sesuai acuan BNSP dan Peraturan Perundangan yang berlaku.

 

  1. Prosedur Kerja:
  2. Menginterpretasi persyaratan pengembangan skema sertifikasi.

Instruksi Kerja:

  • Identifikasi Komite Skema pada lembaga sertifikasi profesi untuk skema sertifikasi unit dan paket (klaster), dan pada instansi teknis untuk Okupasi nasional dan KKNI.
  • Identifikasi Standar kompetensi yang sah (Standar Kompetensi Kerja Nasional dan Harmonized International Standards) dan/atau standar khusus yang ekivalen,
  • Verifikasi Standar kompetensi yang dipilih, diverifikasi berdasarkan pedoman BNSP;
  • Identifikasi Skema sertifikasi profesi dibuat sebagai jawaban atas persyaratan pemerintah yang spesifik (misalnya perlindungan masyarakat) atau kebutuhan pasar (seperti kredibilitas, kepercayaan dan peningkatan profesi/pekerjaan);
  • Identifikasi Informasi dari pihak yang terkait.
  • Identifikasi organisasi/badan/atau Profesi yang bertanggung jawab dalam pengembangan skema sertifikasi.
  1. Mengembangkan Struktur Skema Sertifikasi

Instruksi Kerja:

  • Identifikasi Struktur skema sertifikasi yang mencakup persyaratan dasar peserta uji kompetensi, permohonan, asesmen, keputusan sertifikasi, program surveilan, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat.
  • Identifikasi Uraian rinci yang mutakhir mengenai proses sertifikasi untuk setiap skema sertifikasi yang sesuai (termasuk biaya).
  • Identifikasi Dokumen yang memuat persyaratan sertifikasi, hak pemohon, serta kewajiban profesi yang disertifikasi termasuk kode etik profesi (term and conditions).
  • Informasikan Standar kompetensi dan metode asesmen yang digunakan bagi calon peserta baik yang baru lulus pelatihan maupun profesi yang sudah pengalaman.
  • Jelaskan Keputusan sertifikasi yang ditetapkan untuk seorang calon oleh Bagian Sertifikasi BNSP berdasarkan informasi yang dikumpulkan selama proses sertifikasi.
  • Tetapkan Proses survailen untuk memantau pemenuhan profesi yang disertifikasi dengan persyaratan skema sertifikasi yang relevan.
  • Tetapkan Persyaratan sertifikasi ulang sesuai dengan persyaratan kompetensi dan dokumen relevan lain untuk menjamin bahwa profesi yang disertifikasi selalu memenuhi sertifikasi yang mutakhir.
  • Informasikan Persyaratan bahwa profesi yang disertifikasi menandatangani persetujuan
  1. Validasi skema sertifikasi

Instruksi Kerja:

  • Identifikasi Prosedur validasi skema sertifikasi.
  • Validasi Kriteria kompetensi peserta uji kompetesi.
  • Verifikasi Semua persyaratan skema sertifikasi secara objektif dan sistematis dengan bukti terdokumentasi sehingga memadai untuk menegaskan kompetensi calon.
  • Laporkan Skema sertifikasi yang divalidasi kepada BNSP.
  1. Memelihara skema sertifikasi

Instruksi Kerja:

  • Evaluasi Metode dan prinsip-prinsip asesmen.
  • Pertimbangkan Pendapat dari pemangku kepentingan dalam rekomendasikan perbaikan.
  • Berikan Informasi mengenai setiap perubahan di dalam persyaratan kepada wakil-wakil komite/bidang sertifikasi dan dewan pengarah kepada pemangku kepentingan.
  • Verifikasi Perbaikan skema sertifikasi profesi dari usulan pemangku kepentingan berdasarkan pedoman BNSP.
  • Identifikasi Analisis pekerjaan/praktek.
  • Identifikasi ulasan tentang perbaikan skemai unbtuk mencapai tranparansi pasar.
  1. Pelatihan Pengembangan Skema 1
  • Skema sertfikasi Perancangan Pengembangan Mobile API merupakan skema sertifikasi Klaster yang dikembangkan oleh komite skema sertifikasi LSP P1 Politeknik Negeri Jember. Kemasan kompetensi yang digunakan mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan  keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 458 Tahun 2015 Tentang  Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Informasi Dan Komunikasi Golongan Pokok Kegiatan Jasa Informasi Bidang Mobile Computing. Skema sertifikasi ini digunakan untuk memastikan kompetensi  perancangan pengembangan mobile API dan sebagai acuan dalam asesmen oleh  LSP  P1 Politeknik Negeri Jember dan asesor kompetensi.
  • Dilaksanakan pada tanggal 28 September s.d 2 Oktober 2017
  • Tempat Hotel Palm Bondowoso
  • Foto Kegiatan:

 

 

  1. Pelatihan Pengembangan Skema 2
  • Skema sertfikasi Pengembangan Web (web Developer) merupakan skema sertifikasi Okupasi yang dikembangkan oleh komite skema sertifikasi LSP Politeknik Negeri Jember,  untuk memenuhi tuntutan Program Studi Teknik Informatika dalam rangka memastikan kompetensi lulusan Prodi Teknik Informatika jenjang Diploma 4 Politeknik Negeri Jember. Kemasan kompetensi yang digunakan mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan  keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tentang  Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Informasi Dan Komunikasi Golongan Pokok Aktifitas Pemrograman, Konsutasi Komputer dan Kegiatan Yang Berhubungan Dengan Dengan Itu (YBDI) Bidang Software Development  Subbidang Pemrograman;  Kegiatan Pemrograman, Konsultasi Komputer dan Kegiatan YBDI Bidang Keamanan Informasi; Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat dan Konsultasi Manajemen Pada Jabatan ICT Project Manager; dan Bidang Manajemen Layanan Teknologi Informasi Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.
  • Dilakasanakan pada tanggal 20 s.d 21 Juli 2018
  • Tempat Hotel Palm Bondowoso
  • Foto Kegiatan: